Tampilkan postingan dengan label historis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label historis. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Agustus 2013

Ksatria dan Bidadari Berambut Emas di Kancah Perfilman Indonesia

Aktris Hollywood Sarah Carter yang telah sukses membintangi berbagai serial tv dan film besar seperti , Shark, Smallville, Final Destination 2, Skinwalkers, Killing Zelda Sparks, DOA: Dead or Alive dan The Vow membintangi film Indonesia yang disutradarai oleh Helfi Kardit produksi dari Skylar Pictures dengan judul Guardian.
Falling Skies

Film drama aksi yang mengisahkan tentang seorang wanita yang diburu oleh sekelompok orang bersenjata tak dikenal ini dijadwalkan akan tayang di bioskop-bisokop pada awal 2014 pasca mengikuti berbagai festival film international di European Film Market, International Film Festival Rotterdam dan Sundance Film Festival.

Keterlibatan bintang Hollywood di produksi film Indonesia memang bukanlah hal yang baru. Sebelumnya sudah ada Java Heat yang mengimport bintang besar Hollywood pemeran The Expendables yaitu Mickey Rourke dan Kellan Lutz yang angkat nama di saga Twilight Saga. Lalu film Dead Mine yang turut menghadirkan bintang film The Raven, Sam Hazeldine.

Bagi generasi yang tumbuh di era 1980an dan 1990an pasti terkenang dengan film tentang ksatria-kstria dan bidadari-bidadari berambut emas membekuk penjahat berkulit sawo matang. Generasi yang tumbuh di era tersebut pasti sekali waktu pernah menonton film sepak terjang para jagoan bule  dalam membekuk penjahat-penjahat berkulit sawo matang, entah di bioskop, kaset video VHS ataupun layar tancap.

Generasi 1980an dan 1990an pasti masih ingat dengan ikon jagoan laga cewek bule Cindy Rothrock. Tak ada yang bisa mengalahkan Cindy Rothrock dalam soal beladiri. Cewek pirang berpotongan rambut pendek ini di setiap film laga Indonesia yang dibintanginya selalu berhasil membuat para pria yang sangar kekar babak belur.

Kita mungkin tidak usah heran. kenapa jagoan laga saja harus diimpor dari Amerika ? Bukankah dimasa itu ada bintang-bintang laga perkasa seperti Barry Prima, Advent Bangun, dan George Rudy ? Yaaa... jawabannya mudah saja. Produser film yang pedagang tak mungkin melulu menyuguhkan barang dagangan yang itu-itu melulu. Barang dagangan harus beda, lain dengan yang sudah ada. Karena pada dasarnya kita ini bangsa yang inferior, menganggap yang serba asing atau bule itu lebih hebat, maka diimporlah bintang-bintang laga dari sana.

Tapi sayangnya, karena pada dasarnya pedagang film ingin untung banyak dengan modal yang sedikit, yang diajak main bukan bintang laga tenar masa itu semisal Stallone, Norris, atau Schwarzenegger, melainkan bintang-bintang kelas B macam Cynthia Rothrock, Frank Zagarino, atau Chris Noth yang masih lugu (pria yang dikemudian hari kita kenal sebagai Mr. Big di serial Sex and the City).

Bukan hanya bintangnya yang kelas B, film yang dihasilkan pun kemudian tak masuk hitungan film laga kelas A. Dulu sich waktu nonton di layar tancap rasanya keren saja nonton film-film Cindy Rothrock. Tapi menonton lagi film-filmnya yang bertebaran di You Tube, filmnya tak menunjukkan kualitas untuk dibilang jempolan. Bukan saja akting pemainnya yang kaku, tapi logika cerita kerap diabaikan. teknik sinema pun ala kadarnya. Banyak ledakan, dar der dor, tapi terlihat murahan sekaligus tanpa makna. Khas film-film kelas B.

Dari sini ketauan ternyata walau film-film laga kita dibintangi bule-bule, kualitas yang dihasilkannya bukanlah film aksi kelas wahid. Disini kelihatan tak terjadi transfer teknologi dan pengetahuan diantara sineas negeri ini dan negeri lain.

Semoga kesalahan generasi kemarin tak terjadi bila kemudian film-film yang dibintangi oleh para Ksatria dan Bidadari Berambut Emas tersebut kemudian sukses dan menciptakan kembali tren mengimpor bintang bule main film laga di sini.

Sekarang mari kita bernostalgia mengingat-ingat kembali film-film yang dibintangi aktor dan aktris bule.

1. Segitiga Emas (1986)
Produksi : PT. Parkit Film
Sutradara : Arizal
Pemain : Mark Sungkar, Dana Christina, Harry Capri, Kaharudin Syah, Gillian Theresia, Wilson Peter.

Buku Katalog Film JB Kristanto hanya menulis sedikit sinopsis film ini. Alkisah, seorang profesor yang tengah menyelidiki alat deteksi narkotik, tewas terbunuh. Biang keladinya seorang gembong narkotik asing, yang tangan kanan Victor (Mark Sungkar). Pihak kepolisian RI kemudian meminta bantuan FBI untuk mengobrak-abrik kelompok tadi di Amerika. Tidak ada data penonton film ini tercatat di buku Katalog Film, menandakan filmnya tak masuk yang terlaris tahun ini menurut data Perfin. Tapi, seingat saya, film ini terbilang amat populer dulu. Filmnya jadi suguhan wajib bila ada layar tancap.

2. Peluru dan Wanita (1987)
Produksi : PT. Parkit Film
Sutadara : Charles Kaufman, Eddy G Bakker
Pemain : Christopher Noth, Sue Francis Pay, Frans Tumbuan, Zoraya Perucha, A Kholik Noor Nasution.

Falco (Christopher Noth), pria berkebangsaan Amerika, telah meninggalkan dinasnya di CIA. Ia punya kenangan manis dan rasa bersalah terhadap Asha (Sue Francis Pay), gadis Indonesia yang dikenalnya dalam kaitan tugasnya bekerja sama dengan kepolisian Indonesia. Falco tergiring ke Jakarta kembali dibayangi pertanyaan tentang nasib Asha. Dibantu polisi Indonesia, Jack (Frans Tumbuan), Falco memerangi sindikat narkotika internasional yang membuka jaringan di Jakata, yang ternyata didalangi Asha.

3. Dendam Membara (1987)
Produksi : PT. Rapi Film
Sutradara : Arizal
Pemain : Christ Mitchum, Mike Abbot, Ida Iasha

Sukses Segitiga Emas (1986) kemudian melahirkan tren mengimpor bintang film bule main film di sini. Christ Mitchum, seorang bintang dari Hollywood diajak main film di sini. Ini film aksi dengan tema balas dendam. Film bercerita tentang hasrat pembalasan dendam membara dalam hati Brown (Christ Mitchum). istri dan anaknya dibunuh kawanan pembunuh bayaran. Veteran perang yang sudah jadi warga Indonesia ini berhasil menghabisi pembunuh istri dan anaknya bahkan menghancurkan komplotan penyelundup senjata. Ia dibantu Julia (Ida Iasha), sekertaris komplotan ini.

4. Harga Sebuah Kejujuran (1988)
Produksi : PT. Parkit Film
Sutradara : Henky Solaiman, Robert Chapell
Pemain : Ayu Azhari, William Sullivan, Ava Lazar, Christopher Noth, David Tronton, Mike Abbot.

Nick (William Sullivan), petualang dari Amerika, secara tak sengaja terlibat pencarian intan bernilai jutaan dollar di kota Semarang. Ada diktator pula yang terbawa-bawa, meski akhirnya mati. Dalam petualangan itu Nick sempat pacaran dengan wanita penghibur, Aline (Ayu Azhari).

5. Pembalasan Ratu Laut Selatan (1988)
Produksi : PT. Soraya Intercine Film
Sutradara : Tjut Djalil
Pemain : Yurike Prastika, Barbara Anne Constable, Anna Sylviana, Christopher Hart.

Film yang diluar negeri beredar dengan judul Lady Terminator ini, ceritanya menggabungkan legenda Nyi Roro Kidul dengan aksi modern. Film ini dibuka dengan adegan senggama Ratu Laut Selatan (Yurike Prastika). Korban pertama berhasil ditaklukkan saat senggama. Lalu muncul korban kedua. Ratu yang digambarkan budak nafsu meyeret seorang pemuda ke peraduan. Sang Ratu hendak membunuh si pemuda ketika mereka sedang senggama. Tapi kali ini si lelaki lebih lihai. Seekor belut hitam keluar dari "anu" Ratu yang berubah jadi keris di tangan lelaki sakti itu. Nyi Roro Kidul mengancam akan membalas pada keturunan seterunya. Di zaman modern kemudian kita ketemu seorang antrolog bule seksi, Tania (Barbara Constable). Ia ditarik ke dasar laut ketika melakukan penelitian. Tania kemudian dijadikan terminator Ratu Laut Kidul. Ia naik kembali ke darat dengan perangai buas dan membunuh dua lelaki yang sedang iseng di pantai, dengan bersenggama. Sang Terminator Ratu Laut Kidul mencari keturunan musuh majikannya. Ditembaki, diroket dari helikopter, bahkan ditabrak panser, ia tak juga mati. Baru setelah ditukan keris yang diperkenalkan di awal film, terminator cewek ini mampus. Film ini sempat menjadi kontroversial pada saat diedarkan, namum bukan karena plot yang meniru Terminator yang bikin film ini kontroversial. Tapi karena adegan-adegan seronoknya yang dianggap terlalu tabu hingga banyak menuai protes dari masyarakat. Film ini ditarik dari peredaran oleh Badan Sensor Film dan setelah direvisi diedarkan kembali dengan durasi tinggal 80 menit.

6. Pertempuran Segitiga (1990)
Produksi : PT. Rapi Film
Sutradara : Ackyl Anwari
Pemain : Cindy Rothrock, Zainal Abidin, Kiki Amir.

Dikisahkan, Nancy (Cindy Rothrock) datang ke Jakarta sambil bawa komputer. Komputer ini dikatakan bisa melacak uranium. Urusan rebutan komputer ini yang menjadi inti kisah filmnya. Untuk ini diatur segala macam adegan perkelahian dan kebut-kebutan dengan mobil, motor, speedboat, helikopter, dan lain sebagainya. Setelah semua selesai baru polisi datang menangkap. Tidak jelas bagaimana kebut-kebutan maupun perkelahian di jalan tak diketahui polisi. Tapi, inilah bahasa film yang sangat diakrabi dari jenis film ini. Polisi memang selalu datang saat semua urusan ribut-ribut beres.

7. Tiada Titik Balik (1991)
Produksi : PT. Rapi Film
Sutradara : Ackyl Anwari
Pemain : Cindy Rothrock, Hengky Tornado, Bella Esperance Lee, Richard Norton.

Cindy Rothrock kembali diimpor ke tanah air. Kali ini ia berperan sebagai Kathy, seorang jago beladiri. Kathy harus menyusup ke sarang kelompok penjahat untuk menuntaskan dendam atas kematian suaminya yang dibunuh kelompok pimpinan Ludwig (Richard Norton). Dihiasi dengan banyak perkelahian, Kathy berhasil menuntut balas.

8. Bercinta dengan Maut (1992)
Produksi : PT. Soraya Intercine Film, Studio Entertainment USA
Sutradara : Tjut Djalil
Pemain : Tonya Lynn, Kristin Ann, Shahreza R, John F Waroni

Film ini masih mengambil ramuan mencampur unsur mistis dunia Timur dengan hal modern dari Barat. Kisahnya tentang sebuah cermin yang dapat membuat pemiliknya tampak cantik menggiurkan. Cermin itu milik Linda (Kristin Ann), kakak Susan (Tonya Lynn). Susan berhasil memanfaatkan cermin itu dengan tuntunan sebuah buku. Ia lalu jadi incaran pria dimanapun berada. Pria-pria itu dikencaninya, sekaligus jadi tumbal untuk cermin yang selalu menuntut darah segar pria. Berbagai kematian mengundang kecurigaan pihak berwajib. Termasuk di antaranya, Yohanes (John F. Waroni), yang tahu akan keberadaan cermin itu.

9. Bidadari Berambut Emas (1992)
Produksi : PT. Rapi Film
Sutradara : Ackyl Anwari
Pemain : Cindy Rothrock, Billy Drago, George Rudy, Bella Esperance Lee

Untuk yang ketiga-kalinya Cindy Rothrock bermain film Indonesia. Judul 'Bidadari Berambut Emas' kemudian ditasbihkan menjadi sebutan bagi Cindy Rothrock. Persis seperti julukan Satria Bergitar bagi Rhoma Irama. Dikisahkan Susan Morgan (Cindy Rothrock), juara kick boking, yang dijuluki bidadari berambut emas dan suaminya Sonny Sumarsono (George Rudy), seorang pemain biola, secara tak terduga terlibat aksi mafia Amerika Selatan. Diego (Billy Drago), bos Mafia Argentina, menyimpan berlian curiannya dalam tas Sonny yang akan kembali ke Indonesia. Tindakan ini dilakukan untuk menyelamatkan diri sesudah aksinya di Amerika Serikat. Karena berlian itu Sonny dibunuh, dan Susan diteror. Bidadari berambut emas ini lalu bangkit untuk balas dendam.

10. Membela Harga Diri (1992)
Produksi ; PT Rapi Film
Sutradara : Guy Leslie Norris, Ackyl Anwari
Pemain : Cindy Rothrock, Frans Tumbuan, Richard D, John Norton, Glenn Robert.

Rapi Film memang mengontrak panjang si bidadari berambut emas ini untuk bermain di film-film laga produksi mereka. Kali ini, sang bidadari menjadi agen CIA. Dikisahkan, CIA menugaskan Kris Fairchild (Cindy Rothrock) untuk membongkar kejahatan Gerald Andrews di Indonesia. Gerald bekerjasama dengan tokoh kejahatan Asia, Buntao, dalam menyelundupkan intan berlian. Kris menyamar menjadi pegawai bank Andrews. Berkat bantuan teman lamanya, Preston Michaels, jago silat, kelompok penjahat itu bisa diringkus.

11. Pemburu Teroris (1994)
Produksi : PT. Rapi Film
Sutradara : Norman Benny, Robert Chapell
Pemain : Ayu Azhari, Frank Zagarino, Martin Nove, Frans Tumbuan
Film ini tayang biasa-biasa saja tahun 1994 dengan durasi cuma 88 menit. Tapi kehebohan baru terjadi 2 tahun kemudian, awal Agustus 1996. Media heboh melaporkan tentang film The Outraged Fugitive, yang beredar di pasar gelap dalam bentuk video. Produksi bersama PT. Rapi Film (Indonesia) dan Amera (Amerika) ini, hanya beredar di luar negeri. Di dalam negeri, film ini diberi judul Pemburu Teroris. Yang membuat penonton ngebet membeli video The Outraged Fugitive, adalah penampilan panas Ayu Azhari dengan Frank Zagarino, sebagai pemeran utama. Yaitu adegan bercinta yang hot penuh buih sabun di bathtub. Cerita film ini sendiri mengisahkan John Carter (Frank Zagarino), mantan anggota marinir Amerika. Carter pergi ke beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, tanpa sengaja ia bertemu dengan Wolf Larsen (Martin Kove), temannya di kesatuan mairinir Amerika. Carter menerima tawaran Larsen bekerja padanya. Tapi dia tidak tahu kalau Larsen penyelundup narkotik. Di sebuah diskotik, Larsen dan anak buahnya, termasuk John Carter dan Tanya (Ayu Azhari) yang pacar Larsen, bentrok dengan gangster pimpinan Tomo (Advent Bangun). Tanpa mereka sadari, polisi di bawah pimpinan kapten Karno (Frans Tumbuan) dan asistennya Anna (Anna Tarigan) mengintainya. Sehingga tanpa kesulitan Kapten Karno menangkap Larsen. Carter dan Tanya berhasil melarikan diri. Polisi terus memburu Carter karena menyangka ia salah satu tokoh penyelundup. Lewat satu penggerebekan, John Carter tertangkap. Di kantor polisi baru jelas kalau Larsen pimpinan sindikat narkotik. Kapten Karno menawarkan kerjasama pada Carter untuk menjebak Larsen. Taktik Karno dan Carter berhasil, tapi di saat genting Wolf Larsen justru menggunakan Tanya sebagai 'tameng hidup'.
Tak ada yang istimewa dalam film garapan sutradara Robert Anthony ini. Penampilan dua bintang bule, Frank Zagarino dan Martin Kove, tak membuat film ini mempunyai nilai lebih. Yang ada hanyalah adegan laga biasa. Unsur artistiknya pun sangat kurang, sehingga adegan perkelahian kurang menawan. Ayu Azhari yang digembar-gemborkan pers, justru lebih parah. Dia hanya jadi pemuas  Larsen dan John Carter.

sumber : http://www.tabloidbintang.com/

Sabtu, 22 Juni 2013

12 Bomseks Indonesia Masakini.

Julukan bomseks diberikan pada para aktris yang berani beradegan seronok mempertontonkan kemolekan dan keseksian tubuh mereka di depan kamera. Mereka biasanya lebih banyak bermain di film-film yang memang menonjolkan keseksian tubuh mereka sebagai bumbu utama. Lebih cenderung bermain di film-film bergenre horror dengan setting hantu-hantu mistis yang sebetulnya kadang dari segi cerita tidak ada korelasi sama sekali dengan adegan ketelanjangan mereka.

Pada era 80-90an, para Movie Mania penggila film Indonesia pasti tidak asing dengan Eva Arnaz, Enny Beatrice, Yeni Farida, Yurike Prastika, dll. Lalu pada era 90-2000an hadir nama-nama seperti Sally Marcelina, Kiki Fatmala, Inneke Koesherawati, Lela Anggraeni, dll.

Dan julukan bomseks di perfilman Indonesia terus berlanjut hingga kini. Pada era 2000-2010an kini hadir, wajah-wajah segar perempuan-perempuan cantik yang dengan kemolekan dan keseksian tubuhnya, mereka berani berakting seronok di film-film yang mereka bintangi.

Siapa sajakah mereka ? Ini dia 12 Bomseks Indonesia Masakini...

1. Andi Soraya

Andi Soraya mulai bermain film layar lebar pada tahun 1997. Film layar lebar pertama yang dibintangi Andi adalah Reinkarnasi. Selanjutnya, tawaran pun terus-menerus datang kepada artis cantik ini. Tak tanggung-tanggung, Andi pun diminta untuk memerankan sosok wanita seksi di berbagai film, seperti Pengakuan Seorang Pelacur, Dendam Pocong Mupeng, dan Arisan Brondong.

2. Kartika Putri

Nama Kartika Putri mulai dikenal banyak orang saat ia menjadi presenter talk show Kakek Kakek Narsis. Meski acara yang dibawakannya sempat menuai kontroversi di masyarakat. Namun, wanita ini enggan mempersoalkan hal tersebut. Pada tahun 2012, Kartika mendapatkan tawaran film layar lebar berjudul Mama Minta Pulsa, dan Tali Pocong Perawan 2. Rupanya, k-2 film tersebut mengharuskan Kartika untuk beradegan hot.

3. Five V

Di tahun 2009, Five V berani tampil seksi dalam film layar lebar berjudul Hantu Binal Jembatan Semanggi. Bahkan, dalam film tersebut, Five V tak merasa canggung untuk melakukan adegan ranjang bersama lawan mainnya yaitu Wicky Husain. Five V menuturkan bahwa adegan yang ia perankan dalam film tersebut hanya bagian dari profesional kerja yang harus ia lakukan.

4. Jenny Cortez

Pada tahun 2009, Jenny Cortez tampil hot dalam dalam film layar lebar berjudul Paku Kuntilanak. Jenny menuturkan, dirinya sering ditawari untuk bermain film bergenre hot yang harus mengandalkan kemolekan tubuhnya. Selain Paku Kuntilanak, ada 2 film lagi yang mengharuskan Jenny beradegan panas yaitu Pengakuan Seorang Pelacur, dan Pulau Hantu 3.

5. Amel Alvi

Nama Amel Alvi memang belum dikenal banyak orang sebagai bintang utama dalam film layar lebar. Akan tetapi, Amel berani menjual keseksian tubuhnya dari peran-peran kecil yang dipercayakan kepadanya, seperti Pulau Hantu 3, Nenek Gayung, dan Hantu Budeg. Rupanya, Amel sudah tak canggung lagi jika tubuh seksinya dipertontonkan berjuta pasang mata yang melihatnya.

6. Uli Auliani

Uli Auliani adalah satu dari sekian banyak selebriti yang pernah memerankan adegan hot dalam berbagai film layar lebar. Setelah sukses membintangi film layar lebar berjudul Virgin, wanita kelahiran 20 November1985 ini semakin banyak mendapatkan job untuk film-film bergenre hot seperti Setan Budeg, Pengantin Pantai biru, Pulau Hantu 2, dan masih banyak lagi yang lainnya.

7. Shinta Bachir

Shinta Bachir mulai dikenal setelah dirinya terlibat dalam film layar lebar berjudul Suster Keramas pada tahun 2009 silam. Sejak itulah, berbagai tawaran film bergenre hot mulai menghampiri dara cantik ini. Terakhir, dia menonjolkan keseksian tubuhnya dalam film layar lebar berjudul Mama Minta Pulsa, dan Pulau Hantu 3.

8. Wiwid Gunawan

Sejak dirinya bermain dalam debut layar lebar berjudul Kawin Kontrak yang dirilis tahun 2008, nama Wiwid Gunawan nampaknya mulai dikenal masyarakat luas. Filmografi Wiwid memang tak sebanyak selebriti lainnya, namun Wiwid dapat membuktikan eksistensinya dalam dunia perfilm-an Indonesia. Wiwid pernah membintangi ke-2 film layar lebar berjudul Tali Pocong Perawan 2, dan Pulau Hantu 2. Dalam ke-2 film tersebut, Wiwid berani memperlihatkan keseksian tubuhnya yang aduhai.

9. Debby Ayu

Dalam film layar lebar berjudul Married By Accident, Debby Ayu ditantang untuk memerankan sosok wanita seksi yang kerap menggoda para pria. Alhasil, Debby pun sukses memerankan tokoh tersebut dengan kualitas akting yang sangat memukau. Sejak itulah, Debby berhasil mendapatkan peran utama di berbagai film bergenre hot, seperti Pelet Kuntilanak, dan Jenglot Pantai Selatan.

10. Dewi Persik

Selain piawai bernyanyi dan bergoyang di atas panggung, rupanya Dewi Perssik juga piawai dalam memerankan adegan panas dalam berbagai film layar lebar. Hingga saat ini, artis yang akrab disapa Depe sudah berhasil membintangi 12 film layar lebar bergenre hot. Bahkan, beberapa film-film tersebut mengharuskan Depe untuk melakukan ranjang bersama lawan mainnya, di antaranya adalah Setan Budeg, Tiren (Mati Kemarin), dan Tali Pocong Perawan.

11. Julia Perez

Julia Perez memang tak perlu diragukan lagi untuk urusan keseksian tubuhnya. Itulah sebabnya, dirinya kerap ditawari bermain dalam sejumlah film panas seperti Arwah Goyang Karawang, Kutukan Arwah Santet, Rumah Bekas Kuburan, dan lain sebagainya.

12. Nikita Mirzani

Tahun 2012 adalah tahun keberuntungan bagi Nikita Mirzani. Pasalnya, di tahun 2012, Nikita banyak ditawari untuk bermain dalam film layar lebar bergenre hot seperti Nenek Gayung, Mama Minta Pulsa, Pacarku Kuntilanak Kembar, dan Tali Pocong Perawan 2. Ke-4 film tersebut rupanya tak lepas dari adegan panas Nikita yang akhirnya sukses melambungkan namanya di dunia hiburan.


Jumat, 21 Juni 2013

12 Film Perang Terbaik...

12. The Thin Red Line

The Thin Red Line adalah sebuah 'comeback' yang sangat baik dari sutradara Terrence Malick setelah absen hampir 20 tahun dari karya terakhirnya "Day of Heaven". Ia menulis skenario film ini berdasarkan pada novel karya James Jones. Seorang kritikus film bernama Gene Siskel bahkan menyebut bahwa The Thin Red Line adalah film perang konteporer terbesar yang pernah ia lihat.











11. Battle Los Angeles

Sepanjang sejarah manusia, ada hal-hala aneh yang tak bisa dijelaskan dari sisi logika. Kejadian aneh itu terulang beberapa kali. Penampakan yang sering disebut sebagai UFO (Unidentified Flying Object) ini memang tak pernah bisa dijelaskan. Siapa mereka sebenarnya dan apa yang mereka inginkan dari para penghuni bumi?. Kini, setelah serangkaian kejadian aneh itu, niat mereka baru terungkap.

Ternyata selama ini mereka hanya mengamati kita. Mereka hanya mengukur seberapa maju teknologi yang dimilki manusia dan bila semua data sudah terkumpul maka tiba saatnya buat mereka untuk menginvasi kita. Tanpa peringatanpasukan makhluk luar bumi ini berdatangan dan menghancurkan kota demi kota. Tak ad yang bisa bertahan. Tekhnologi mereka terlalu maju untuk ukuran bumi. Satu-satunya kota yang masih tersisa adalah Los Angeles dan kini kota ini pun akan segera jadi kenangan. Satu-satunya harapan manusia adalah bila kota ini tetap bertahan dari gempuran makhluk planet lain itu. Mampukah tentara dan menghadapi pasukan dengan peralatan super modern ini?. Ataukah ini adalah akhir dari peradaban manusia?


10. Platoon

Chris Talyor seorang anak muda, seorang Amerika yang naif, kuliahnya kacau dan relawan dalam pertempuran di Vietnam. Setelah tiba, ia dengan cepat merasakan bahwa kehadirannya sangat tidak penting, dan dianggap tidak signifikan terhadap tentara lainya, karena dia tidak berjuang dan tidak merasakan efect dari pertempuran itu sendiri. Chris memiliki dua orang staff komandan, staff yang marah dan tidak gampang menyerah, dan yang lebih menyenangkan dan kooperatif, Sersan Elias Grodin. Sebuah garis ditarik diantara dua staff dan sejumlah pria di pleton itu ketika terjadi pembunuhan ilegal dal;am sebuah serangan di desa. Sepertinya perang terus berlanjut, Chris menarik dirinya terhadap krisi psikologis yang dialaminya, dan dia berjuang untuk tetap bertahan hidup. Dia segera menyadari bahwa dia sedang berjuang dalam dua pertempuran, konflik dengan musuh dan konflik didalam pletonnya.



9. Braveheart

William Wallace adalah seorang pemberontak Skotlandia yang memimpin pemberotakan melawan penguasa kejam Inggris Edward Longshanks, yang ingin mewarisi mahkota Skotlandia untuk dirinya sendiri. Ketiak ia masih kecil, ayah William Wallace dan saudaranya, bersama dengan banyak orang lainnya, kehilangan nyawa mereka saat berusaha membuat Skotlandia bebas dari penjajahan. Setelah ia kehilangan satu dari orang yang dicintainya, William Wallace mulai melakukan pencarian panjang untuk membuat Skotlandia menjadi bebas untuk semuanya, bersama dengan bantuan dari rekannya Robert Bruce.







8. Tora ! Tora ! Tora !

Film keluaran tahun 1970, yang merupakan dramatisasi dari serangan Jepang ke Pearl Harbour dan rangkaian kesalahan besar Amerika Serikat yang memperburuk keefektifannya. Judul ini merupakan kata sandi yang digunakan Jepang untuk menandai kesuksusan serangan, menggunakan repitisi dari kata dalam bahasa Jepang untuk harimau. Film bioskop ini secara kritis dinyatakan untuk adegannya yang gamblang seperti ketepatan dokumenternya.

Film ini dibuat dalam 2 produksi terpisah, 1 berdasarkan di AS, disutradarai Richard Fleischer, dan 1 berdasarkan di Jepang. Yang di Jepang awalnya disutradarai oleh Akira Kurowasa, namun setelah 2 tahun bekerja dengan tiada hasil berguna, 20th Century Fox mengarahkan proyek ini pada Kinji Fukasuka yang melengkapinya.

Penulis skenarionya adalah Ladislas Farago, Larry Forrester, Ryuzo Kikushima, dan Hideo Oguni, berdasarkan buku Gordon W.Prange. Sinematografer Charles Wheeler, dinominasikan pada Academy Award. film ini memuat unit kedua yang unggul dan fotograpi kecil, difoto oleh Ray Kellogg.


7. Full Metal Jacket

J.T. 'Joker' Davus (Matthew Modine) yang ambil bagian dalam pelatihan dasar sebagai marinir di pulau parris, Karolina Selatan. Pelatih berbaris senior Sersan Hartman (dimainkan oleh mantan pelatih berbaris Marinir, R. Lee Ermey) memperlakukan mereka dengan kasar untuk mempersiapkan mereka ke medan laga. Hal ini mempengaruhi kejiwaan salah seorang rekrut bernama Leonard "Gomer Pyle" Lawrence (Vincent D'Onofrio). Setelah mereka semua lulus, Lawrence membunuh Hartman di depan Davis dan kemudian bunuh diri dengan senapannya sendiri.

Bagian kedua berawal di Vietnam pada tahun 1968, dengan Davis yang sekarang berpangkat sersan dan menjadi wartawan perang yang menulis untuk surat kabar Stars and Stripes. Ia dan seorang fotograper bernama Rafterman dikirim ke garis depan untuk meliput situasi di sana. Setelah bertemu teman kuliahnya, Lt. Walter J. "Touchdown" Schinoski, mereka masuk ke dalam perangkap lawan dan ditembaki oleh seorang penembak jarak jauh Vietnam.


6. Inglorious Basterds

Shosanna Dreyfus (Melani Laurent) terpaksa harus menyaksikan keluarganya dibantai tentara Nazi. Untungnya ia berhasil lolos dan melarikan diri ke Paris. Di Paris, Shosanna kemudian bekerja pada sebuah gedung bioskop sebagai operator pemutar film. Di tempat lain, Letnan Aldo Raine (Brad Pitt) berusaha menggalang kekuatan dengan mengumpulkan para kaum Yahudi dan membentuk satu pasukan yang kemudian dikenal sebagai The Basterds. The Basterds membuat satu rencana besar untuk menggulingkan kekuasan Hitler yang saat itu makin merejalela. Dalam rencana besar itu, Aldo melibatkan seorang aktris Jerman bernama Bridget Von Hammersmark (Diane Kruger) yang sebenarnya adalah seorang agen rahasia. Mereka kemudian merancang skenario pembunuhan Hitler yang saat itu dijadwalkan akan hadir dalam sebuah pemutaran film propaganda di Paris. Rencana besar Aldo ini berisiko gagal karena Shosanna yang kebetulan menjadi tuan rumah acara pemutaran film yang digelar Nazi itu punya rencana sendiri untuk membalas dendam lamanya.


5. The Brigde Over the River Kwai

Inti dari film ini adalah hubungan antara Saito dan Nicholson, dua tentara dengan perilaku dan latar belakang yang berbeda dan di pinggir ada kisah tentara Amerika yang berhasil kabur lalu mau kembali lagi bersama tim tentara Inggris untuk menghancurkan jembatan itu.

Perang memang gila, membuat individu di dalamnya hilang akal sehat. Nicholson begitu terobsesi membangun jembatan sempurna dan sang tentara Amerika Serikat mau saja kembali ke hutan untuk menjalani misi bahaya. Ini memang mengenai perilaku dan logika manusia bisa berubah karena perang.







4. Das Boot

Film yang super luar biasa! Salah satu yang terbaik sepanjang masa. Sangat keren dan seru abis.

Di dalam durasinya (director's cut) yang panjang, tidak ada satupun momen yang membosankan, dan penuh dengan "tensi" dan emosi. Saya merasa film ini adalah contoh terbaik untuk jenis film thriller, padahal merupakan film aksi+drama, karena banyak momen yang mebuat bulu kuduk merinding lebih daripada film genre horor atau thriller. Film ini juga mampu memompa adrenalin penonton yang sedang duduk dengan santai. Benar-benar luar biasa...







3. Saving Private Ryan

Saving Private Ryan adalah sebuah film Amerika Serikat bergenre sejarah-perang tahun 1998 yang bertemakan peperangan saat invansi Normandia pada Perang Dunia II. Film ini disutradarai oleh Steven Spielberg dan skenario ditulis oleh Robert Rodat. Film yang meraih 4 piala Oscar di tahun 1999 ini mengisahkan tentang James Ryan (Matt Damon), prajurit yang diterjunkan ke Perancis selama invasi tentara sekutu ke Eropa, yang baru saja kehilangan tiga abangnya dalam perang. Kebijakan pemerintah memerintahkan ia harus pulang karena keluarganya bakal kehilangan semua anak laki-laki. Sebuah tim pasukan, yang dipimpin oleh Kapten John Miller (Tom Hanks) dan tentara lainnya yang baru mendarat di pantai dari Normandy, diperintahkan untuk mencari dan menyelamatkan Prajurit James Ryan.




2. Lawrence of Arabia

Ini adalah film epik tahun 1962, berdasarkan pada kehidupan T.E. Lawrence. Dibintangi oleh Peter O'Toole sebagai aktor utama, bersama dengan Omar Sharif dan Alec Guinness.

Film Ghandi (1982) mengikuti pola cerita Lawrence: setelah tokoh utamanya meninggal di awal, cerita ini mengalir dengan alur mundur.

Lawrence of Arabia memenangkan 7 piala Oscar, salah satunya adalah untuk Gambar Terbaik.

Dianggap sebagai salah satu film terbesar yang pernah dibuat, film ini masuk daftar 100 Years... 100 Movies dari AFI (urutan 5)

Director's Cut film ini, mengalir 216 menit, tak memiliki tokoh wanita yang berbicara.


1. Apocalypse Now

Film ini adalah film yang akan menyimpan kenangan unik dan tak terlupakan bagi para awak di dalamnya. Film ini seolah hampir saja gagal dilempar ke pasaran karena berbagai permasalahan yang menimpa pemain dan set film dilapangan, seperti ketika Marlon Brando yang mengalami kelebihan berat, Martin Sheen yang menderita serangan jantung hingga cuaca ekstrim. Semua kisah itu dapat kita simak pada karya dokumenter Hearts of Darkness: A Filmmaker's Apocalypse. Film ini sendiri berkisah tentang perang Vietnam yang diadaptasi Francis Ford Coppola dari novel Joseph Conrad berjudul Heart of Darkness.









Kamis, 20 Juni 2013

13 Film Bencana Terbaik

Film tentang bencana seperti 2012 memang selalu menarik perhatian para Movie Mania. Mulai dari jalan cerita yang kerap mengharukan, menyedihkan dan sarat dengan muatan humanity atau kemanusiaan, hingga penggarapan adegan-adegan dengan visual effect yang begitu memakau, membuat disaster movie ini banyak diserbu para penonton dan sukses secara box office. Kesuksesan film-film bencana tersebut bahkan hingga dibuatkan film parodinya seperti Disaster Movie (sayang flop di pasaran) dan yang terbaru This Is the End.

Dari sekian banyak film bencana yang diproduksi Hollywood, admin Movie Mania mencoba mengumpulkan beberapa Film Bencana Terfavorite. Dan berikut 13 Film Bencana Terfavorite menurut kami :

1. 2012 (2009)

Film ini menceritakan tentang hari akhir atau hari kiamat yang diyakini terjadi pada bulan Desember tahun 2012 berdasarkan kalender suku Maya. Rolland Emerich sang sutradara membuat film ini dengan biaya yang super besar untuk menggambarkan bumi yang hancur dengan visual effect CGI

2. The Imposible (2012

Film Spanyol berbahasa Inggris yang bercerita tentang kisah nyata seorang Spanyol bersama keluarganya yang mengalami bencana tsunami yang melanda Samudra Hindia pada tahun 2004 pada saat mereka berwisata ke Thailand. Film dari Juan Antonio Bayona yang dibintangi oleh Ewan McGregor, Naomi Watts dan Tom Holland ini mengisahkan tentang liburan surga bagi para wisatawan di pesisir pantai Thailand yang berubah menjadi neraka mengerikan dengan terjangan badai tsunami yang juga terjadi di Aceh dan menewaskan jutaan jiwa manusia.

3. Deep Impact (1998)

Deep Impact adalah disaster movie produksi Hollywood tahun 1998. Film yang disutradari oleh Mimi Leder ini menggambarkan upaya umat manusia untuk mempersiapkan dan menghancurkan komet selebar 7 mil yang akan berbenturan dengan bumi dan menyebabkan kepunahan massal. Adegan spektakuler dari film yang dibintangi oleh Robert Duvall, Tea Leoni dan Elijah Wood ini salah satunya adalah ombak besar yang melanda daratan dibumi setelah jatuhnya komet besar tersebut.

4. Twister (1996)

Film bencana yang dibintangi oleh Helen Hunt dan Bill Paxton. Film ini disutradarai oleh Jan de Bont, bercerita tentang bencana angin topan yang dahsyat.

5. Volcano (1997)

Film produksi tahun 1997 yang disutadarai oleh Mick Jackson dan dibintangi oleh Tommy Lee Jones ini bercerita tentang bencana gunung berapi dengan aliran lava panasnya yang mengancam kota Los Angeles. Volcano mengeksplorasi sudut pandang sipil, seperti pencegahan kesadaran, evakuasi dan krisis.

6. The Day After Tommorow (2004)

The Day After Tommorow adalah film fiksi ilmiah tahun 2004 yang menggambarkan akibat-akibat dari pemanasan global. Film ini ada pada urutan ke-45 di dunia dalam total penghasilannya yaitu US $42,771,772. Film ini seakan menyadarkan umat manusia untuk senantiasa menjaga bumi dari ancaman pemanasan global.

7. Armageddon (1998)

Film peraih nominasi Academy Award sebagai film bencana terbaik pada tahun 1998 ini adalah film filsi ilmiah tentang akhir jaman atau armagedon. Film yang disutradarai oleh Michael Bay ini mengisahkan tentang sekelompok astronot yang bertugas untuk melindungi bumi dari sebuah asteroid raksasa yang mengancam kehancuran pada bumi.

8. Dante's Peak (1997)


Film bencana hasil penyutradaraan Roger Donaldson dan dibintangi oleh Pierce Brosnan, Linda Hamilton, Elizabeth Hoffman dan Jamie Renee Smith ini berkisah tentang sebuah kota fiksi bernama Dante's Peak yang harus bertahan dari ancaman gunung berapi dan bahayanya. Film yang diproduksi oleh Universal Pictures ini dirilis pada tanggal 7 Febr 1997.

9. Independence Day (1996)

Film bencana yang berbumbu fiksi ilmiah. Film yang dibintangi oleh Bill Pulman dan Will Smith ini bercerita tentang bumi yang diserang oleh alien. Sebuah epik sci-fi disaster dahsyat yang mengisahkan sepak terjang manusia-manusia bumi yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikay Thomas Whitmore dalam usaha mereka memperjuangkan eksistensi mereka dari serbuan mahluk asing jahat yang jelas-jelas tidak datang dengan damai. Film ini sukses besar dipasaran hingga menarik minat Tim Burton untuk membuat parodinya.

10. War of the Worlds (2005)

Film ini menceritakan Ray Ferrier (Tom Cruise) bekerja di pelabuhan dan merupakan sosok ayah kurang sempurna telah bercerai. Ketika mantan istrinya datang dengan suami barunya untuk mengantarkan anak-anak mereka Robbie dan Rachel untuk kunjungan akhir pekan yang langka bersama Ray, sebuah badai petir aneh da kuat terjadi secara mengejutkan. Apa yang terjadi berikutnya merupakan pertempuran luar biasa bagi masa depan umat manusia melalui pandangan salah satu keluarga Amerika yang berjuang untuk bertahan hidup dalam kisah kontemporer yang diangkat dari thriller sci-fi klasik 'War of the Worlds' oleh HG Wells.

11. World Trade Center (2006)

Film drama berlatar belakang serangan 11 September di World Trade Center. Film produksi tahun 2006 yang disutradarai oleh Oliver Stone ini dibintangi oleh Nicholas Cage, Maria Bello, Michael Pena dll.

12. Titanic (1997)

Film fenomenal dari James Cameron yang mengisahkan tenggelamnya kapal Titanic. Siapa yang tidak tahu film ini ? Semua Movie Mania dan semua orang pasti tahu film yang melambungkan nama Leonardo DiCaprio ke jajaran aktor Hollywood papan atas.

13. Poseidon (2006)

Film bencana produksi tahun 1996 yang disutradaai oleh Wolfgang Petersen, remake dari film berjudul sama produksi tahun 1972. Film ketiga yang diangkat dari buku novel Paul Gallico berjudul The Adventure of Poseidon. Film yang berkisah tentang tenggelamnya kapal Poseidon ini dibintangi oleh Josh Lucas, Kurt Russell dan Richard Dreyfuss.


Senin, 27 Mei 2013

Jejak Anak Negeri di Fast Six

Movie Mania, pada hari jum'at kemarin (24 Mei 2013) saya berkesempatan untuk menonton film Fast & Furious 6. Seri terbaru dari saga Fast and Furious yang serentak tayang di bioskop-bioskop di berbagai belahan dunia mulai tanggal 24 Mei 2013
.

Melihat keseruan film yang disutradarai oleh Justin Lin ini, memang tidak mengherankan bila film Fast & Furious 6 pada saat pemutarannya bisa langsung merajai Box Office Result or May 24-26 Mei 2013 yang dirilis oleh Boxofficemojo dengan perolehan dollar sebesar US $98.528.000, menggeser kedudukan Star Trek Into Darkness yang minggu kemarin duduk sebagai film terlaris di bioskop-bioskop Amerika Serikat dan Kanada.

Adegan paling mengagumkan dari film ini adalah pada saat Letty Ortiz jatuh terlempar dari tank dan Dom menyelamatkannya dengan meluncur/melompat melintasi jalan seolah terbang menangkap tubuh Letty. So awesome, hingga para penonton bioskop pun tak kuasa untuk tidak bertepuk tangan.

Fast & Furious 6 (disebut juga Fast Six atau Furious Six) mengisahkan sebuah kelompok kriminal profesional yang dipimpin oleh Dominic Toretto ( Vin Diesel) yang pensiun pasca-perampokan mereka di Fast Five (2011), tetapi masih buron. Agen U.S. Diplomatic Security Service (DSS)Luke Hobbs (Dwayne Johnson) berjanji menghapus catatan kriminal mereka dan mengizinkan mereka pulang jika mau membantunya memburu sebuah organisasi pembunuh bayaran profesional yang dipimpin Owen Shaw (Luke Evans) dan wakilnya, Letty Ortiz (Michelle Rodriguez).

Per Februari 2010, Fast & Furious 6 sedang dikembangkan sebagai film pertama dalam seri ini yang tidak lagi bertemakan balap mobil sebagaimana film-film sebelumnya. Pra-produksinya dimulai pada April 2011 dan fotografi utamanya dilakukan di London, Inggris, bulan Juli 2012. Lokasi syutingnya meliputi Kepulauan Canary, Glasgow, dan Los Angeles. Film ini pertama dirilis di Britania Raya tanggal 17 Mei 2013 dan seluruh dunia tanggal 24 Mei 2013.

Untuk Movie Mania di Indonesia, kesuksesan film aksi super seru yang dibintangi oleh Vin Diesel dan Michelle Rodriguez ini tentunya ada kebanggaan berlebih. Kenapa ? karena di film ini ikut terlibat seorang aktor laga asal Indonesia Joe Taslim. Penampilan Joe Taslim disini, tidak tanggung-tanggung. Meskipun didapuk sebagai Jah tokoh penjahat anak buahnya dari tokoh villian Owen Shaw (diperankan oleh Luke Evans) yang menguasai ilmu beladiri dan parkour, tapi penampilan Joe Taslim disini bukan cuma tampil sekilas/selewat. Perannya cukup besar, dengan porsi scene yang lumayan banyak. Menurut saya, mungkin kalau dibandingkan bisa setara dengan penampilannya Jet Li pada saat ikut mendukung film Lethal Weapon 4 yang dibintangi oleh Mel Gibson dan Danny Glover pada tahun 1998.




So Movie Mania, kita tentu sangat berharap penampilan Joe Taslim di film aksi super seru Fast & Furious 6 ini bisa menjadi titik awal kebangkitan kiprah aktor-aktor Indonesia di kancah perfilman dunia. Kita sangat bangga dengan Joe Taslim, dan kita juga sangat bangga saat mendengar kabar bahwa aktor Indonesia lainnya konon katanya telah dikontrak untuk ikut mendukung film The Expandables 3.

Semoga ini menjadi awal dari perfilman Indonesia menuju panggung dunia.